Rabu, 22 Januari 2014

Coretan Perjalanan Hidup...





Ntah bagaimana aku merangkai kata2 ini, aku hanya ingin mengabdika 25 tahun waktuku menikmati warna warni hidup yang sudah aku jalani..
Bersyukur karna aku berada di tengah2 keluarga yg bisa dengan sangat mengerti aku..
Orang tua yg aku percaya sangat sayang, sangat peduli kepadaku..
Orang tua yg tidak membatasi pergaulanku dlm menjalani proses hidupku sebagai manusia..
Sahabat yg membuatku makin bersyukur atas hidup, atas semua cerita dn kenangan yg membuatku terus berusaha menjadi manusia yg lebih  baik..
Alloh yg slalu menuntunku, membimbingku dan selalu menberikan yg terbaik atas hidupku..

25 Tahun, proses yg cukup bagiku untuk memasuki titik kedewasaanku sebagai perempuan..
Bersyukur karna keadaan yg pernah menuntutku untuk menjadi sedikit dewasa dari usiaku..
Bersyukur karna alloh sudah memberikan banyak warna kehidupan yg membuatku bersahabat dengan alam, lingkungan dan kenyataan..
Bersyukur karna aku sudah diberikan kesempatan untuk menikmati hidup..

25 Tahun, 2 fase kehidupan sudah terlewati dengan banyak kejadian, hikmah dan juga warna tentunya..
Saat aku menikmati masa Kanak2ku sebagai gadis kecil, saat aku mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan dan duniaku..
Saat aku menjadi remaja cuek, saat aku belajar bersahabat dan berinteraksi dengan laman jenis..
Saat aku belajar menjadi dewasa atas semua pilihan hidup yg sudah aku buat..
Saat aku belajar mengatasi masalah dengan ketegangan tanpa harus meneteskan air mata..
Saat aku belajar berdamai dengan kenyataan atas hasil yg tak sesuai dengan harapan..

Saat aku membuka mataku untuk pertama kali di usiaku yg ke 25..
Ku liat ada banyak duia yg sedang tersenyum kepadaku..
Ada banyak cerita yg sedang menunggu coretan kelanjutan perjalanan hidup tuan’nya..
Ada banyak senyum, banyak asa yg terajut meskipun dengan pintu yg berbeda-beda..

Saat ini aku mengingat kembali perjalanan hidup yg kuingat selama 25 Tahun ini..
Ku ucapkan banyak terimakasih atas kalian yg sudah memberika warna berbeda untuk hidupku..
Untuk kalian yg sudah memberikan banyak pengalaman dan cerita baru di diary kehidupanku..

Sahabat2 terbaiku, sahabat yg tak akan bisa aku tuliskan lewat kata bagai mana aku sangat menyayangi kalian, sangat menghormati kalian, sangat bahagia karna alloh mengirimkan kalian sebagai kado terindah di hidupku..
Aku tak mampu menuliska tentang kalian lewat jariku, andai air mata bisa menceritakan tentang perjuangan kalian yg berusaha untuk menjadi sahabat terbaik’ku..
Aku akan teteskan air mata ini selama aku mengingat kalian..
Terimakasih sahabatku, terimakasih atas cinta yg takan pernah bisa aku balas..
Untuk tawa, tangis dan semua pengalaman unik yg perah kita alami berdua..
Biarkan aku terus mengingat kalian, menyimpan kalian di titik penting hidupku sampai batas waktu yg membuatku tak mampu lg untuk mengingat kalian..

Kehidupan baru yg kujalani di ujung angka 1 umurku, dunia maya..
Keluarga baru yg memberikan warna unik di kehidupanku..
Sahabat, kakak, adik semua kutemukan dalam satu pintu yg kuharap tak pernah aku tutup..
Untuk sayang, perhatian, waktu, terimakasih sudah membiarkanku mengenal kalian..
Berawal dari sebuah room sederhana, ternyata dunia yg kita ciptakan sangat besar, sangat kuat..
Dunia yg membuatku belajar banyak karakter sifat dan juga arti kebersamaan..

Dunia maya yg sudah memberikan banyak arti di dunia nyataku..

2 fase kehidupan baru sebagai perempuan kuharapkan datang sebelum angka 2 ini berahir..
Dan untuk semua yg tak bisa aku rangkai di dinding ini, semoga aku tak melupakan mereka yg sudah ikut andil atas aku yg sekarang..

Semoga asa yg masih ada tak hanya sekedar menjadi asa..
Semoga aku bisa menemukan banyak cerita baru untuk mengisi perjalanan panjang ini..
Semoga ku temukan sahabat2 baru, tempat2 baru yg bisa membantuku untuk menjalani proses hidup yg lebih baik..
Semoga alloh selalu setia menggenggam keimananku..

Selasa, 12 November 2013

Untukmu.... Malaikatku...




Masih sempat kulihat kalian ketika kalian tersenyum...
Aku masih ingin mengabadikan momen itu...
Aku masih ingin membuat kalian tersenyum lagi...

Hari ini kulihat kalian sedang menghabiskan waktu berdua...
Bercengkrama di ruang keluarga kita...
Tak sempat ku perhatikan berapa kali kalian mengajari aku arti bahagia...
Yang jelas... aku bahagia hingga detik ini...

Menjadikan kalian bagian terpenting di hidupku...
Dalam tidur, aku sering diam-diam memperhatikan kalian...
Mulai dari mata, hidung, bibir hingga semua gerak tubuh kalian aku hafal...
Apa jadinya aku jika aku berjauhan dengan kalian...
Apa jadinya aku ketika aku tak dapat lagi melihat kalian tersenyum...

Tubuh kalian kian renta di makan waktu...
Kini tenaga kuat kalian tak sama seperti dulu...
Bukan tak mungkin kalian akan terseok ketika berjalan kelak...

Tuhan...
Tolong ambil sebagian kebahagiaanku untuk mengganti kebahagiaan mereka yang hilang...
Berikan mereka beberapa udara penyejuk hati di setiap harinya...
Berikan mereka kesempatan untuk melihatku bersanding dengan lelaki pilihanku...
Berikan cukup umur agar mereka dapat kupeluk bersama anakku nanti...

Tuhan...
Jangan biarkan apapun menyakiti mereka...
Dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit...
Jangan pernah tinggalkan mereka ketika aku tak dapat melindungi mereka lagi...

Berikan aku kesempatan untuk menyeka setiap keringatnya...
Berikan aku kesempatan untuk menyuapi mereka makanan kesukaannya...
Berikan aku kesempatan untuk merawat mereka di masa tuanya...

Tuhan...
Aku terlalu sayang dengan mereka...
Jika kelak mereka harus menemaniMu di singgasana Surga nanti...
Berikan tempat paling indah untuk mereka disana...
Agar kebahagiaan dapat selalu menghampirinya...
Agar senyum yang aku rindukan akan selalu mengembang disana...


Ayah... Ibu....

Aku mencintaimu...

Bagaimana "kebahagiaanmu" ?





Pagi ini masih terasa sama seperti biasanya...
Belum lagi mata ini mulai berkantung akibat air mata semalam...
Aku tak menyalahkanmu walau sebenarnya aku sangat ingin menyalahkanmu...
Dalam mencintai aku memang tak pernah selalu bahagia...
Bahkan aku enggan untuk membuka kembali hatiku untuk kedua kalinya...

Namaku bahagia ketika aku mengenalmu...
Namaku cinta ketika aku selalu merindukanmu setiap malam mendatangiku...
Kini aku tak ingat sedikitpun apa itu " bahagia "
Aku terlalu lelah untuk menjadikan kau masa depanku kelak...

Memoriku sudah tak cukup untuk menyimpan kenangan kita...
Maafkan aku jika terkadang aku mengingat sedikit nama belakangmu...
Seperti apa dirimu bersama dia yang sedang bersamamu...
Apa kau juga merasakan bahagia seperti ketika aku mengenalmu (dulu) ?

Tuhan sudah terlalu baik menjauhkanmu dariku...
Tuhan tahu yang terbaik utnukku...
Kini aku tak perlu lagi mengingat tentangmu...
Kini aku tak perlu lagi menjadikanmu memori yang tak dapat ku hapus...
Aku sudah berhasil melumpuhkan segala kenangan kita..
Terima kasih Tuhan..
Terima kasih bantuanMu...

Kamis, 19 September 2013

Teruntuk mereka yang sempat ada..







Sekarang aku tau…
aku bisa mencintaimu selamanya, menulis tentangmu selamanya
tapi aku tak bisa hidup dengan bayanganmu selamanya

Semua hanya masa lalu, kan..?

Aku harus melanjutkan hidup dan berhenti memikirkanmu
Tapi kamu harus tahu, bahwa aku akan selalu mengingatmu

Mengenalmu adalah keajaiban yang tak pernah terbayangkan

Dan kini..

aku membiarkan kamu untuk berlabuh ke mana pun yang kamu mau
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan

Mari pergi dari titik ini dan cari bahagia kita sendiri..

Terimakasih dan selamat tinggal

Teruntuk mereka yang sempat ada..