Rabu, 06 Agustus 2014

Susah'nya Mencari Kontrakan



 
Ada istilah "berakit-rakit kehulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian......." Tapi sakitnya jangan lama-lama yaaaaa........
gak semua orang mampu untuk beli rumah idaman seketika. Buat karyawan yg dengan gaji pas-pasan, perlu waktu lama buat ngumpulin duit, apalagi demi keluarga tercinta. Saat rumah idaman belum bisa kebeli, terpaksa ngekos dulu or ngontrak. 

Susah banget nyari kontrakan..!!!

pas kita lagi gak butuh, banyak bgt rumah yang kosong, Giliran kita butuh, gak ada satupun yang kosong.. nasib nasib.. : (

Ternyata nyari kontrakan itu susah luar biasa pemirsa. * angkat bendera putih *

Ada sih bagus, tapi di gang. Bagus sih tapi kecil bgt. Ih ini bagus banget, harga cocok, bapak yang punya baik banget, tapi kejauhan. Ada yang bagus banget, harga cocok, deket kantor, tapi yg punya gak ada mulu. Ada yang lumayan bagus, harga murah, deket kantor, tapi  yg punya baru kesan pertama udah nyebelin. Ada yang bagus banget, deket kantor, ada taman, tapi setahun 50 juta. HARUS GIMANA!

Dan ternyata Cari Rumah Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan..

Semoga alloh cepet kasih kita rumah yg deket dengen tempat ibadah, yang nyaman baik dalam lingkungan maupun untuk keluarga kita, bisa di jadikan tempat usaha walaupun hanya kecil2an dan orang yg punya rumah baik dan ramah.. secepat'nya ya alloh..

Ya Allah tolong bantu’lah kami.. Amiin..

Jumat, 18 Juli 2014

Mendidik Anak





Sekali membentak memarahi anak, milyaran sel otak anak ‘rusak musnah.

“Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”

Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.

Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan.

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari ‘mereka’, sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata-kata yang keras bila anak-anak menumpahkan susu di lantai, terlambat mandi, mengotori dinding dengan kaki, atau membanting pintu. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.
Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang


Sumber: muslima.blogspot.com

Rabu, 02 Juli 2014

Suudzon (Prasangka Buruk) vs Khusnudzon (Prasangka Baik)




Hari ini, saya mendapat pelajaran yang penting, yaitu: untuk tidak suudzon kepada orang lain, dalam kondisi apapun.
hmmmm...berat ya...?


Begitu luas akibat (implikasi) buruk yang ditimbulkan oleh sikap suudzon atau buruk sangka ini.
Orang yang suka suudzon cenderung suka menilai orang lain dengan memperbesar kekurangannya.
Maka dicari-carilah kekurangannya.
Kelebihan yang tampak pada orang lain selalu ditutup-tutupi, atau kalaupun disebut maka hanya sedikit dengan maksud untuk menjatuhkan.

Apalagi kalau sampai suudzon kepada Allah SWT (nauzubillahi min zalik).
Artinya selalu berpransangka yang tidak baik kepada Allah.
Ini ditunjukkan dengan sikap pesimisme, menyerah pada nasib, suka mengeluh dan lain-lain.
Hampir tidak ada celah positif dalam hidupnya.
Ini menimbulkan persepsi diri yang selalu negatif; pesimis, suka mengeluh, suka nyacat, menilai jelek orang lain, suka mencari-cari kesalahan, gengsi dll.
Astaghfirullah hal adzim, jangan sampai kita jadi orang seperti itu.
hehehe, Insya Allah nggak kan? :)



So, bagaimana sikap yang seharusnya?
 
Allah menyebutkan bahwa sebagian dari prasangka adalah dosa.  Memang benar, kerana pada kenyataannya prasangka itu hampir selalu mengikuti keinginan hawa nafsu.  Ketika seseorang mendapatkan sesuatu berita negatif (yang belum pasti kebenarannya), maka dengan pantasnya syaitan duduk di sampingnya, menambahkan berita itu dengan beribu macam dugaan dan membisikannya ke dalam hati manusia. Hendaklah kita segera menepis segala pemikiran, dugaan, prasangka yang terlintas, agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa dan segera beristighfar minta ampun kepada Allah.

Selanjutnya Allah pun melarang kita kaum muslimin mencari-cari kesalahan orang lain (apalagi saudara sendiri) dan mengaibkan mereka, hingga Allah memisalkan perbuatan tersebut seperti memakan daging saudara sendiri.
Siapakah yang sudi memakan daging seperti itu ?

Jika kita kebetulan mendengar sesuatu hal tentang saudara kita, yang belum teruji kebenarannya, maka wajiblah bagi kita untuk mendahulukan prasangka baik (husnudzon) sebelum prasangka buruk (su’udzon).
Prasangka baik inilah yang Insya Allah akan menjadikan hubungan persaudaraan (ukhuwah) semakin erat dan melindungi kita dari penyakit hati iri dan dengki terhadap saudara seiman.
Ikatan persaudaraan yang dilandasi oleh iman, yang terlindung dari prasangka buruk dan kedengkian inilah yang akan mampu membangunkan Islam yang tahan menghadapi serangan panas, hujan dan badai.

Amin.
Semoga bermanfaat. (semoga saya gak ada salah pengejaan ya)

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
C U in the next topic :)

Senin, 23 Juni 2014

Surat Untuk Ibu...







Bandung, 23 Juni 2014

Ibu hari ini terlintas semua kenanganku bersamamu selama 26 tahun berlalu, namun banyak hal yang aku sadari selama ini aku belum bisa memberikan hal yang berarti untuk dirimu, bahkan aku belum bisa memberikan apa yang kau inginkan dariku, ibu...maafkan aku, namun sampai detik ini aku masih berjuang untuk semua hal yang menjadi mimpi kita selama ini.

Tapi, percayalah, Ibu. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan tahtamu dalam istana hatiku. Di balik kekerasan hati anakmu ini tersimpan sejuta sayang untukmu selalu. Sejuta cinta mengalahkan segalanya untukmu. Mengingat pesan Rasulullah bahwa engkau adalah yang utama untuk dimuliakan oleh seorang anak, aku akan berusaha melakukan itu, meskipun aku tak bisa memberi itu sekarang. Aku masih tak punya apa-apa untuk diberikan kepadamu, tak sebanding dengan segala yang kau korbankan untukku. Di setiap jejak langkahku, akan selalu kuingat tetes peluhmu untuk memberikanku kehidupan, hingga aku tumbuh sebesar ini karena jasamu,.

Aku yakin takkan bisa memberi balasan yang setimpal dengan semua kebaikanmu, aku bahkan merasa bahwa selalu menyakitimu hingga membuatmu menangis. Maafkan aku, Ibu. Sungguh anakmu ini penuh dosa, beribu tetes air mata takkan bisa membayar itu semua. Dari itu aku akan berubah untukmu, menjadi seorang wanita yang tegar sepertimu, bahkan akan lebih kuat darimu dan berusaha menguatkanmu.

Doamu akan selalu mengiringi jalan terbaikku. hati kita kan selalu dekat karena aku lahir dari rahimmu, sejak kecil dalam buaianmu. Aku akan membuatmu bangga memiliku, seperti aku bangga memiliki Ibu yang hebat sepertimu. Kita akan kuat jika kita bersatu, menjalani kerasnya hidup bersama. Tetaplah menjadi bagian dari hidupku, sesungguhnya engkaulah yang menguatkanku saat ini. Memberi curahan kasih sayang yang abadi betapa pun buruknya aku  ini. Semoga kenikmatan surga bersamamu nanti, dan kita akan tetap bersama hingga maut memisahkan kita.

Sekarang adalah hari dimana kita memberikan sesuatu yang berharga untuk ibu, begitupun denganku. Namun apalah, aku tak punya cukup uang untuk membelikan ibu barang yang berharga. Aku hanya memiliki untaian kata yang selama ini telah membuat hati kecilku menangis saat menyadari bahwa lisan ini tak mampu mengungkapkannya, maafkan aku ibu,,

Selamat ulang tahun semoga ibu terus sehat, terus sabar dengan anak2 yang sangat luar biasa ini, jangan bosen terus membimbing kami, doa’kan anakmu ini semoga selalu sehat, bisa terus berbakti padamu dan kita semua mendapatkan jodoh  yang terbaik..

Salam sayang,

Teteh, Engkang  Dan Bella

Minggu, 01 Juni 2014

Maukah kau?






Maukah kau?
Ada saat di mana aku merasa
Begitu ‘kecil’
Begitu kurang
Begitu tidak sempurna
Begitu tidak baik
Begitu tidak pantas
Untukmu

Namun saat itu juga aku sering bergumam dalam hati yang terdalam
Maukah kau tetap menjadi pengingatku,
saat aku lupa akan banyak hal?
Maukah kau tetap berada di sampingku,
saat aku sedang menjadi seorang yang tak terlalu menyenangkan?
Maukah kau bertahan tinggal,
saat aku benar-benar menjadi perempuan kecil yang menyebalkan?
Maukah kau tetap menjadi temanku bernyanyi,
saat suaraku sedang tidak indah didengar telinga?
Maukah kau tetap menghubungiku,
saat kukatakan aku tak mau dihubungi?
Maukah kau tetap berusaha memahami,
saat seisi dunia telah menghakimi?
Maukah kau dengan rendah hati mengalah,
saat aku sedang tak ingin disanggah?
Maukah kau memberi pelukan,
saat tangis tak mampu kuelakkan?
Maukah?

Dan yang terpenting adalah
Maukah kau tidak beranjak pergi dan tetap mencintai,
saat aku sedang berada di titik terendah?
Karena sesungguhnya,
cinta adalah menggenapkan yang ganjil,
bukan mengganjilkan yang genap..

Manusia Biasa yg Berusaha Setia.





Aku bukanlah sosok yang sempurna bagimu.
Namun ku berharap kita
laksana tali yang saling menguatkan.
Hingga kekurangan tak
lagi menjadi kelemahan..

Ya Allah...
Hamba tak berani berjanji
untuk sebuah PERASAAN,
karena hati ini begitu
mudah terbolak-balik.

Namun hamba akan
berusaha untuk SETIA
hingga Engkau memberi keputusan yang terbaik.

Karena hamba yakin apapun pilihanMu itulah yang terbaik bagi hamba.....

Aamiin