Minggu, 28 Juli 2013

Aku Ingin Melupakannya






Dengarkan kali ini saja
Aku ingin mengatakannya kali ini saja
Dan ini tentang semua perasaan hatiku
Sejak saat aku mulai mengetahuinya
Aku mulai mengenalnya
Dan kini aku mulai memahaminya
Dan kini pun aku tahu, aku harus melupakannya
Mengenalnya sungguh menyenangkan
Mengetahui segala tentang dirinya pun sungguh menyenangkan
Tapi mengetahui hatinya yang sebenarnya itu sungguh menyakitkan
Bagaimanapun itu kurasa aku akan gila ketika mengingatnya
Apalagi melihatnya lagi
Membaca setiap sms yang kusimpan selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan bahkan setahun terakhir ini smsnya masih tersimpan di kotak masuk
Merindukannya hal yang sering terjadi ketika aku menutup mata
Itu, bagaimana bisa menghentikannya?
Menghentikan setiap butiran rindu yang terjaga dalam hatiku
Jika menghentikan waktu ini salah satu cara melupakannya, mungkin itu hal konyol tapi kurasa aku ingin mencobanya
Dia, orang itu mungkinkah dia mengetahuinya?
Mengetahui perasaan mendalam ini?
Kurasa tidak!
Iya! Memang kurasa itu benar-benar tidak mungkin
Seandainya ada penghapus pikiran
Seandainya ada penggantian memori
Dia, orang itu adalah orang pertama yang akan kuhapus dari segala pikiranku
Aku juga ingin mengembalikan perasaan ini kembali sejak awal
Kembali ke perasaan murni tanpa ada seseorang itu di dalamnya
Tapi, yah itu lagi! Kurasa tidak mungkin
Orang itu, aku tidak bisa melupakannya

Minggu, 21 Juli 2013

Tuhan Beri Aku Cinta

 

  

Walau aku senyum bukan berarti, Aku selalu bahagia dalam hari, Ada yang tak ada di hati ini di jiwa ini Hampa..
 

Ku bertemu sang adam di simpang hidupku, Mungkin akan ada cerita cinta, Namun ada saja cobaan hidup Seakan aku hina..
 

Tuhan berikanlah aku cinta, Untuk temaniku dalam sepi, Tangkap aku dalam terangMu, Biarkan lah aku punya cinta..

 

Tuhan berikanlah aku cinta, Aku juga berhak bahagia Berikan restu dan halal Mu 

 

Tuhan beri aku cinta…

Minggu, 30 Juni 2013

Bisakah Kupinta





Tiba dipusaran waktu yang tak pernah ku minta,

Maka, bisakah...
Sejenak kupinta, kembalikan aku ke 5 tahun yang lalu ketika aku masih berkutat dengan ribuan lembar nasihat yang menyapa sejuk relung hatiku, saat aku tak pernah alpa mengevaluasi hariku bersama dinginnya malam-malam sepi...

Namun,
Jika itu terlalu jauh,
Bisakah kupinta (cukup)  kembalikan aku ke 2 tahun yang lalu, sehari sebelum Engkau pertemukan aku dengan takdirku (yang kelak tak pernah ingin kupinta), biar kuhujani hari itu dengan beribu-ribu rintik doa agar jangan pernah membiarkan takdir membawaku pada pusaran ini...

Akan tetapi,
Jika itu masih terlalu jauh,
Bisakah kupinta kembalikan aku (cukup) setahun yang lalu saja, saat Engkau telah menjawab ribuan tanyaku disetiap sepertiga malam-malam-Mu hingga mengajarkan aku makna ikhlas atas asaku yang ternyata bukan asa-Mu...

Bisakah....
Atau itu masih terlampau jauh,
Baiklah, bisakah kupinta kembalikan aku (cukup) 2 hari yang lalu saja...
Pada malam sebelum kusambut pagiku dengan kebahagiaan yang ternyata semu...tentu akan kubentengi hatiku dengan berjuta-juta do'a biar aku tak pernah mengingkari keberadaanku saat ini...

saat menyadari syair “menyesal tak pernah di awal, selalu saja hadirnya belakangan”

Rabu, 12 Juni 2013

Belajar Mengikhlaskan







jangan mempertahankan sesuatu hanya karena
kamu ingin memilikinya atau
karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya

kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup

kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan
tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita

berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik

mungkin memang pedih pada awalnya
mungkin butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening yg terkadang masih mengalir

namun kebahagiaan memang tak selamanya...

dan kesedihan tak kan mengembalikan apa yang telah berlalu..

kita semua harus memutuskan kapan suatu hal,

atau kapan seseorang masuk dalam hidup kita,
atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain...
Pada saatnya kita harus mengumpulkan KEBERANIAN untuk melepasnya...

Semoga kita bisa menjadi orang yang ikhlas yg masih bisa memberikan SENYUM terindah kita pada dunia..
:)

Rabu, 03 April 2013

Mencintaimu Dalam Diam





Kadang hening adalah satu-satunya cara untuk lebih dekat pada bening, untukmu jiwa yang selalu dekat di hatiku kusampaikan sebuah kata yang paling indah untuk jiwa yang indah "Semoga Allah selalu menjagamu dengan sebaik-baik penjagaan". Untukmu, jiwa yang selalu menjaga hatiku. Ketika jarak menjadi sebuah koma diantara kita, biarkan kecepatan dan waktu yang menyertainya. Seperti rumus fisika, ketika dua hati saling berpaut mungkin kebahagiaan akan berlipat ganda. seperti kuadrat dalam rumus matematika atau ketika dua jiwa sama-sama saling faham, kepercayaan akan selalu menyelam. Oleh karenanya walau tiada kata terucap, hanya satu yang dapat engkau dan aku lihat ... "DIA" yang selalu menjaga kita, karena-NYA tidak pernah ada keraguan.

Untukmu, sebuah nama yang selalu ada di dalam setiap doaku. Tak ada kata yang sanggup kuucap ketika Allah menyematkan sebuah cintaNya padaku untukmu. Bagiku, diam adalah tindakan yang pantas ku lakukan, karena berbincang dan bercinta denganNya pun kulewati dengan diam. Lewat hening malam hingga kudapat menyentuh kebeningan. Karena itu izinkan aku "Mencintamu Dalam Diam". Dalam setiap kalam cinta yang tak pernah bisa kulukiskan izinkan aku menjaga hati dengan diam. Karena diam adalah bukti kecintaanku padamu. Aku ingin memuliakan engkau, aku tidak akan mengajakmu menuruti nafsu syetan dan aku tidak akan pernah berusaha untuk menjadi cinta yang utama bagimu. Karena cintaNya berada jauh di atas semua itu. Aku dan engkau sama-sama mencintaiNya bukan?? 
Untkmu, jiwa yang tak pernah lelah menyapaku lewat sujud-sujud  denganNya. Ingatkah engkau tentang kisah Fatimah dan Ali? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan, tapi mereka akhirnya dipertemukan dengan ikatan suci nan indah. Karena dalam diam itulah tersimpan kekuatan, kekuatan akan sebuah harapan. Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cinta dalam diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata. Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya.? Karena diam adalah caraku mencintaimu karenaNya, berharap hal itu lebih  memelihara kesucian hatiku dan hatimu setelahnya kutujukan untukmu yang telah Allah pilihkan untukku.

Dan jika memang "Mencintaimu Dalam Diam" itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata biarka ia tetap diam. Jika engkau memang bukan milikku, Allah akan menghapus "cinta dalam diam" itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat. Seiring berlalunya waktu biarkan "Mencintaimu Dalam Diam" menjadi memori tersendiri dan sudut hati ini menjadi rahasia antara aku dan Sang Pemilik hati.
Untukmu, jiwa yang kuharap akan selalu indah karena mencintaNya. Aku belajar mencintaimu dalam diam dengan keimanan berharap agar dapat menjaga rasa maluku dan memelihara kesucian hatimu. Inilah caraku mencintaimu karenaNya, diam dan tak pernah terucap hingga diujung lidah yang lunak bahkan tak pernah terlukiskan oleh aktifitasku yang dapat engkau lihat. 

Berharap menjadi fatimah yang tak pernah sekalipun mengungkapkan dan membawamu menjadi Ali bin Abi Thalib yang tak pernah sekalipun mengecewakan apalgi menduakan. Ya Allah ...jika benar dia tercipta untukku, maka dekatkanlah hatinya dengan hatiku. Amiiinnnn ... :)